Jurang Penyesalan

Dulunya, saya pernah bergabung dalam organisasi pecinta alam di kampus surabaya. Kegiatan yang biasanya paling ditunggu-tunggu dan diikuti oleh para anggotanya adalah diklatsar. Salah satu kegiatan untuk kelancaran diklatsar tersebut adalah survey kondisi lapangan. Tujuannya selain untuk mengetahui gambaran lapangan paling update, juga untuk menentukan lokasi-lokasi mana saja yang nantinya bakalan kita pakai untuk diklat lapangan nanti.

Saat itu(kira-kira 11 tahun yang lalu) saya dan beberapa anggota lain (Inun, Dani, Hadi) berjumlah 4 orang berangkat dari secretariat menuju lereng gunung Arjuno tepatnya di kecamatan Dlundung kabupaen Trawas dengan mengendarai motor. Hari sabtu menjelang subuh kita sudah berangkat, sekitar jam 6 pagi kita sudah sampai di rumah sepasang suami istri-sebut saja Keluarga Amran- yang tempat tinggalnya selalu menjadi base camp bagi organisasi kami ketika diklatsar lapangan.

Sesampai dirumah mereka kami mempersiapkan keperluan kami untuk kebutuhan survey. Setelah sarapan kami mulai berangkat dengan jalan kaki, sepeda motor kami tinggalkan di rumah Pak Amran. Sepanjang perjalanan dari rumah Pak Amran sampai ke lokasi Air Terjun Dlundung kami lalui dengan santai karena memang jalan relative datar dengan sedikit tanjakan. Kita sengaja tidak melewati pos penjaga tetapi belok melalui area persawahan milik penduduk. Alasannya lumayan bandel biar gak bayar tiket,selain itu kita ingin ganti suasana perjalanan dengan konsekuensi menyeberang sungai yang lumayan lebar. Tapi justru kita seneng-seneng aja pake acara nyebrang sungai. Gak enaknya kita jadi gak bisa main ke air terjun yang memang merupakan tempat wisata.

Jalur yang kita lalui saat ini lumayan datar tapi lebih panjang dibandingkan jika kita melalui jalur air terjun. Tanjakan air terjun Dlundung lumayan menguras tenaga dan rawan longsor. Dengan kemiringan yang cukup terjal dan beban ransel kita, sesampai di ujung napas langsung ngos-ngos’an aja, apalagi yang jarang latihan fisik. Jalur air terjun ini dikenal dengan ‘jalur cecek’. Konon setelah menuruni jalur ini para pendaki pasti akan merasa mual dan kemudian muntah-muntah. Entah benar entah enggak, aku gak pernah melihat sendiri ada pendaki yang lewat jalur air terjun ndlundung kemudian muntah-muntah segala. Tapi melihat medannya sendiri memang super horror yang disuguhkan.

Planning kita hari ini akan menelusuri jalur yang dipakai diklatsar tahun sebelumnya. Untuk mencari-cari apa kondisi lingkungan masih kondusif untuk dipakai atau tidak. Bekal peta kontur, kompas, alat tulis gak lupa kami bawa. Jangan sekali-kali remehkan peta kontur, gak semua orang bisa baca. Dan aku mungkin sekarang kalo disodori sudah lupa bagaimana bacanya. Jangan bayangkan dengan peta kota yang kita sering lihat, peta ini isinya garis melingkar-lingkar  serasa baca coretan tangan anak umur 2 tahun, bakalan puyeng ngelihatnya apalagi untuk memahami.

Rencananya kedua teman kami yaitu Inun dan Dani tidak akan mengikuti acara survey mereka hanya mengantar hingga melewati area persawahan kemudian turun dan kembali pulang. Sementara aku dan Hadi akan meneruskan surveynya hingga esok hari dan berencana untuk ke puncak semar. Setelah melewati area persawahan kami menemukan jalur baru yang sepertinya sengaja dibuka oleh penduduk. Karena jalur itu sudah terbuka lebar dan jalannya sudah rata seperti telah diratakan dengan traktor, semak-semak bahkan sudah ditebang , tetapi lebar jalannya lumayan sempit sekitar 1 meter saja. Prediksi kami berempat jalur itu hanya alternatif saja dan akan berujung ke desa lain yang tidak jauh dari desa Pak Amran.

Karena penasaran dengan jalur ini, Inun dan Dani melewati jalur tersebut. Hadi dan Dani sempat berembuk tentang jalur tersebut di peta dan memastikan posisi kami di peta. Hari masih tergolong pagi waktu kami berpisah di persimpangan jalur baru ini. Masih berkutat dengan petanya Hadi mengeluarkan ide untuk potong kompas (istilah kami jika ingin melewati jalur yang tidak biasa) yang tentunya berharap bisa ketemu jalan yang biasa kami lewati.  Jika benar prediksinya maka kami bisa menemukan lokasi baru untuk salah satu kegiatan diklatsar. Kami pun potong jalan kami dan menuruni lembah disepanjang jalur tersebut. Karena tidak tahu pasti dengan medan yang akan kami lalui di depan maka Hadi yang jalan di depan dan aku mengikuti di belakang.  Dengan bekal peta konturnya dia yakin bisa menemukan jalur konvensional itu

Lembah ini semakin lama semakin terjal saja. Padahal awalnya masih relative landai. Sudah lama kita menuruni tapi gak ketemu juga jalur konvensionalnya. Saking terjalnya medan, aku sampai gak bisa turun dengan berdiri lagi, tapi harus jalan dengan duduk atau lebih tepatnya ‘ngesot’. Karena kalo tidak aku dengan mudah akan terguling-guling kebawah. Horror banget kalo ingat kejadian itu, tapi saat itu aku sama sekali gak terpikir takut. Aku yakin bisa turun dengan aman dan ketemu jalur yang kita cari.

Sampai tengah hari jalur yang kami lewati itu masih cukup terjal. Akhirnya kita berhenti sebentar untuk melepas lelah. Waktu itu sama sekali tidak ada area ‘flat’ yang bisa kita gunakan untuk istirahat, semuanya miring. Bahkan ketika kita perhatikan, tumbuhan sekitar tumbuhnya pada miring semua. Saya istirahat dengan cara nyelip di pepohonan yang sekiranya cukup kuat untuk menahan berat saya. Agak jiper juga kalo tahu-tahu pohonnya tumbang, bisa berguling-guling kebawah aku dan bisa tinggal nama saja aku.

Aku sudah capek, bagiku yang namanya turun gunung lebih berat ketimbang naik gunung, karena dengkul ini harus nahan tekanan dari berat badan kita dan beban ransel lebih banyak daripada waktu naik, (jadi ingat iklan susu untuk tulang di tivi, bahwa turun tangga lebih berat bebannya daripada naik). Pantes tiap kali turun gunung dengkul kaki rasanya tambah gempor. Balik lagi ke acara lintas medan kami, ditengah istirahat kami Hadi masih meng-evaluasi peta kontur yang dibawa. Sekilas aku lihat dia, peta yang sudah ‘lecek’ entah sudah berapa tangan yang telah menjamahnya di bolak balik atas bawah di putar-putar kesana kemari, jangankan petanya aku aja pusing melihatnya.

‘Harusnya, kalo melihat peta ini kita sudah berada di posisi ini.’ kata Hadi membuka pembicaraan denganku yang ngos-ngos’an.

Sebenarnya lebih tepat dia bicara dengan dirinya sendiri, karena aku gak bisa melihat langsung peta kontur itu dan meskipun aku melihat petanya aku sama sekali gak ngerti dimana posisi kami di peta garis yang melingkar-lingkar itu apa memang benar disitu.

‘Aku yakin gak lama kita sudah sampai di jalan konvensional’ imbuhnya still yakin. Ekspresiku cuma bisa menerawang dan berandai-andai saat itu aku lagi lesehan di kasur rumahku. Aku berniat buka perbekalan kami di ransel. Agak ribet karena ransel yang kubawa gede dan posisiku terjepit di sela-sela pohon. Responku ke Hadi cuma ‘Iyo tah’ sambil ngglogok air minum.

Setelah habis peta kontur dibolak balik, dia meng-estimasi arah yang akan kami lalui melalui kompas. Sekali-kali dia melihat ke peta kontur untuk memastikan bahwa arah yang akan kami tuju benar. Setelah memastikan berkali-kali akhirnya hadi berdiri dari duduknya dan berkata ‘Ok, aku ingin tahu bahwa prediksiku benar. Aku akan melanjutkan turun kebawah, lebih baik kamu tunggu disini sampai aku bunyikan pluit kamu bisa ikut turun ke arah yang sama denganku.’

‘Bagaimana menurutmu?’ tanya Hadi. Dari tanyanya aku berpikir bahwa dia mulai kehilangan keraguan bahwa yang kami temukan adalah jalur yang umum. Sebelum ku jawab dia melanjukan penjelasannya.

‘Aku curiga kenapa sampai sejauh ini kita turun masih belum ketemu jalannya malah semakin terjal kemiringannya. Mungkin kita salah ngompas derajatnya melenceng.’ Jelas Hadi.

‘Baiklah kalo begitu aku tunggu disini, kamu yang lebih tahu tentang lintas medan dan pembacaan peta,maaf aku gak bisa kasih masukan karena bagiku ini sama saja dengan peta buta’ kataku setuju. Selebihnya alasan aku setuju adalah karena aku juga sudah capek dari pagi sampai tengah hari kita menuruni lembah ini. Kami pun menyepakati bahwa aba-aba adalah bunyi pluit dari Hadi yang artinya dibawah aman dan aku bisa turun kearah yang sama dengannya.

Derajat kompas juga kami tetapkan dan itu adalah acuan kami.  Sebelumnya kita konversi  dulu kompas kami, karena salah satunya sudah agak eror. Masing-masing kami bawa satu kompas, tapi peta kontur karena cuma satu dan itu satu-satunya yang dipunyai organisasi kami maka dibawa oleh Hadi. Setelah beres maka Hadi melanjutkan turun ke bawah kearah yang sudah kami sepakati.

Lama sekali sejak Hadi turun, aku sendirian in the middle of nowhere. Semilir angin membuat aku yang sudah capek jadi mengantuk, tapi apa daya tak ada tempat kondusif untuk merebahkan badan. Posisi nyempil di sela-selan pohon dengan kondisi capek dan lelah luar biasa tetep bisa membuat mataku terpejam. Dua jam lebih setelah ditinggal Hadi tak ada tanda-randa bunyi pluit dari bawah. Aku sudah antara tidur dan tidak, berkali-kali memejamkan mata dan terbangun, yang jelas gak tidur. Hanya merehatkan kelopak mata saja biar gak tambah perih. Kalo sampai tertidur beneran bisa nyungsep aku kebawah sana.

Gemerisik daun-daun yang tertiup angin bikin suasana tambah mengenaskan. Aku layaknya korban pesawat Cessna yang jatuh ditengah hutan belantara dan tersangkut di pohon. Beberapa burung mondar mandir diatasku seolah mengejek ‘Oey, ngapain kamu nongkrong disitu?’ begitu juga dengan kawanan monyet disekitar situ yang bergelantungan. Beberapa menatap heran kenapa ada manusia disitu. Agak keder juga jangan-jangan nanti mereka mendekat ke aku, mau lari kemana aku.

Aku coba teriak memanggil Hadi beberapa kali. Yang menjawab justru daun-daun lagi yang tertiup angin. Aku mulai nangis dan bertanya kemana Hadi pergi kok lama gak ada kabarnya. Untungnya kawanan monyet itu gak semakin bertambah anggotanya, entah bagaimana jadinya kalo mereka memanggil semua pasukannya. Mereka hanya lompat-lompatan kesana kemari jadi suasana agak rame dengan kedatangan sekitar 7 ekor monyet itu.

Mataku sudah gak redup lagi alias mulai awas dengan kondisi sekitar yang banyak monyetnya. Kepalaku menoleh ke kanan kiri atas bawah menengok arah mana saja yang terdengar suara-suara berisik. Gak jauh dari bawah terdengar suara krosak-krosak seperti berusaha melibas ilalang yang menghadang. Dan tiba-tiba muncul wajah yang kukenal Hadi. Aku senang bukan kepalang, tentunya dengan menyembunyikan air mata yang sudah mengalir sebelum dia datang. Dan sampai tulisan ini dibuat aku gak bilang siapapun kalo sempat nangis disitu.

Aku sempat kaget dengan siapa yang bakalan datang apakah monyet-monyet itu ada yang semakin mendekat ke aku. Dan ternyata dia adalah Hadi. Aku melonjak walau gak sempat loncat, tentu saja karena posisiku sudah terjepit mana bisa loncat. Raut muka Hadi tampak serius dan lelah luar biasa. Aku tak bisa menebak  apa yang dia ditemui dibawah sana hingga ekspresinya seperti itu sampai dia berkata:

‘Di bawah ternyata adalah puncak air terjun Dlundung’ ucapnya dengan datar dengan raut muka penyesalan. Puncak air terjun itu gak jauh dari tempat kami istirahat, tentu saja aku kaget setengah mati. Posisi kami adalah tepat diatas puncak air terjun Dlundung dan sewaktu-waktu jika tanahnya longsor kami bisa jatuh terjun bebas bersama ribuan kubik air dan tentu saja tewas mengenaskan. Dengan begitu acara lintas medan dengan jalur alternative ini jadi semacam pertaruhan hidup dan mati. Hadi tentu saja menjadi merasa bersalah, takut, khawatir campur aduk tentu saja karena dia membawa perempuan yaitu aku untuk ikut turun kebawah dengan pengetahuan pas-pas’an.

Begitu menjelaskan kondisi medan dibawah sana, Hadi terengah-engah. Keringat sudah bercucuran di tubuhnya, basah kuyup bajunya seolah kehujanan saja. Dia kembali membuka petanya dan sekali lagi menjelaskan bahwa air terjun itu tak jauh dari tempa kami berada, persis tepat dibawah kami. Tentu saja satu-satunya jalan adalah kembali keatas. Waktu itu sudah lewat dhuhur, kami harus segera beranjak dari sana jika tidak ingin kesorean di tempat serem ini.

Setelah istirahat beberapa menit, Hadi memutuskan segera berangkat. Saya kira capek dan lelah masih menggelayuti tubuhnya tapi apa mau dikata kita tidak ingin hari semakin sore dan semakin menyusahkan kita nantinya. Aku segera melepaskan diri dari sela-sela pohon untuk kembali naik keatas. Aku ingat-ingat lagi, sejak nyempil di pohon sampai mau naik lagi posisiku gak berubah sedikitpun. Sudah kayak patung aja aku kalo kuingat kejadian itu.

Hadi mendahului untuk naik keatas. Naik gunung kali ini lebih berat dari turunnya tadi. Aku tidak bisa berdiri menapak, karena tentu saja yang kita lalui ini bukan lagi jalur pendakian. Kemiringan ini sudah mendekati 70 derajat- aku estimasi saja karena kami tidak membawa altimeter- jadi mana mungkin aku berdiri untuk mendaki. Akhirnya aku bisa bergerak dengan cara merayapi dan memanjat seperti layaknya memanjat tebing. Bedanya kali ini aku memanjat gunung yang tentunya gak ada tali pengaman. Tak kuat rasanya aku bertumpu pada kedua tanganku yang menggapai pohon-pohon sebagai pegangan untuk bisa merangkat naik. Aku berkali-kali berhenti, dalam hati berkata ini mirip dengan wall climbing dengan ransel di pundak tanpa flexible rope.

Saat itu yang ada dalam pikiranku adalah bagaimana caranya aku nyampek keatas dan bernapas lega. Hadi sekali-kali melihat kebawah untuk mengetahui kondisiku. Mungkin melihat betapa susahnya aku naik dia akhirnya turun lagi kebawah membantu aku, walaupun kondisi pergerakan dia tak jauh beda denganku. Akhirnya dia berada tepat dibawah aku berusaha mengangkat kakiku agar bisa menapak di dahan-dahan pohon. Aku berkali-kali terperosok, tersangkut dan terjepit dahan, semua itu memperlambat gerak kami. Entah bagaimana rupa kami mungkin sudah kayak zombie. Dan kondisi kami lebih parah daripada waktu kami jadi peserta diklatsar lapangan.

Acara balik naik keatas terasa sangat lama karena beratnya medan. Aku sempat drop gak kuat berjalan dan Hadi masih berusaha menyemangati aku dengan membujuk bahwa kami sudah begitu dekat dengan jalur pendakian. Ini adalah kebohongan dalam rangka menyemangati orang yang sudah drop di gunung unutk meneruskan perjalanan. Biasanya dilakukan oleh senior-senior di organisasi kami kepada junior kami. Tentu saja aku tahu bahwa itu bohong bagi kami orang yang drop, sedekat apapun bagi kami itu tetap saja jauh sebelum kami melihat dengan mata kepala kami sendiri bahwa tempat yang dituju itu memang sudah dekat.

Aku kembali mengangkat kakiku pada sebuah dahan, tanganku berusaha menggapai dahan lain yang berada diatasku. Dengan sisa-sisa tenaga aku berusaha mengangkat tubuhku keatas,                     ‘Aarrgghh…’ teriakku menyemangati diri sendiri.

‘Ok, ayo teruskan kita sudah semakin dekat’ kata Hadi terus membujukku. Aku berusaha untuk merayap lagi dengan dahan lain yang berada diatas kami. Dengan begitu posisi kami semakin menjauhi air terjun. Begitu terus kami lakukan , sekali-kali kami berhenti untuk rehat sejenak dan kemudian kami lanjutkan lagi acara merapi jurang ini. Semakin lama kami semakin dekat dengan jalur umum. Kami sudah tidak peduli dengan ke arah mana yang kami tuju apalagi dengan derajatnya, yang penting kami bergerak keatas menjauh dari air terjun. Tentu saja dengan kondisi sekarang mana sempat lagi kami buka peta dan melihat kompas.

Akhirnya tempat yang kami tuju sudah terlihat di depan mata, jalur umum yang dipakai oleh pendaki dan penduduk sekitar. Aku lega bukan main. Sesampai disana aku langsung merebahkan badan dengan ransel masih dipunggungku. Terengah-engah kami dibuatnya. Peluh tak lagi membasahi baju kami bahkan ransel kami yang menempel dipunggung sudah basah oleh keringat. Kami berisitirahat cukup lama disitu dan kami sempatkan untuk makan sesuatu dari perbekalan kami.

Setelah istirahat cukup lama kami segera beranjak dari sana. Kami sempat nge-camp di area Welcome Party tahun sebelumnya. Esoknya acara survey tetap lanjut, kami tidak membahas kejadian hari sebelumnya selama survey. Entah kenapa kami berusaha menganggap kejadian biasa saja. Sore hari kami berdua turun gunung untuk kembali ke peradaban menuju ke rumah Pak Arman untuk membersihkan diri.

Setelah kejadian itu baru kita bahas detail dengan teman-teman lain. Mereka bahkan kami sendiri  tidak habis pikir kenapa kita bisa nyasar lintas medan hingga merayapi jurang itu. Aku menamainya ‘Jurang Penyesalan’. Karena waktu acara merayap naik keatas menuju jalur umum aku menyesal kenapa mesti ikut acara survey ini, atau mestinya aku ikut balik dengan Inun atau Dani. Sesampai di sekretariat Hadi mencoba untuk me-review kembali peta kontur dengan medan yang kita lalui bersama teman-teman lainnya. Dari hasil reviewnya memang benar bahwa dia salah baca peta, bahwa kami saat itu berada di punggungan yang lain.

Oalah, orang yang sanggup baca dan nge-plot posisi sebenarnya di peta aja bisa saja baca peta kontur. Apalagi aku yang mumet tiap kali melihat peta kontur di sekretariat dibolak balik sama teman-teman. Acara survey kali itu kalo diingat-ingat menegangkan sekali, khawatir kalo kami terkena longsor dan terjun ke air terjun. Walaupun saat itu bukan musim hujan, tapi tanah yang kami pijak cukup rapuh dan dengan mudah longsor. Seperti tanah yang sudah kehilangan kesuburannya. Akar-akar serabut dari pohon-pohon disana menonjol keluar tanah kering dan mudah rontok, kelihatan sekali bahwa pohonnya mudah tumbang. Untung dahan-dahan yang jadi pegangan kami tidak tumbang walaupun beberapa kali sempat menggapai dahan yang patah tetapi tidak sampai membuat kami kehilangan keseimbangan yang bisa berakibat fatal.

Pengalaman kami jadi bahan cerita kami pada saat acara kumpul-kumpul  dengan teman se-organisasi. Hal yang sangat manis sekali ketika kita mampu menceritakan pengalaman yang tidak terlupakan. Dan merasa bangga bahwa kita mampu melewati masa tersebut. Saat itu kita sadar bahwa pengalaman adalah guru yang berharga.

Batam,

December 3, 2011

 

Cloth Diaper (saving mother money and mother earth)

“Aduh, banyak banget nih sampah popok, mana dek Najma sering banget poop poop nya”

Itulah yang ada di benak aq dan hubby, secara tiap bulan qt belanja popok dispo kayak beli bantal saking gedenya tuh popok. Coba-coba dari berbagai merk, mulai yang paling mahal, nah ini waktu awal-awal ada dek Najma karena takut nanti kulitnya kenapa-napa, sampai akhirnya kita terpaksa beli yang paling murah , alasannya….gak prinsip banget yaitu pengen aja nyoba sapa tahu cocok sama yang murah ha..ha..ha..ini ngirit apa pelit ya?!?! =P

Tapi ngomong2 masalah beli dispo popok meskipun murah , ternyata sampah dirumah isinya cuma popok melulu. Haduh….udah gitu harus rajin buang sampah ke depan tiap malam, kalo lupa bisa2 mbak siti dirumah ngodol-odol buntelan sampah. Ancur deh….sampah jadinya semburat gak karuan.

Pikir punya pikir,(he..he..he…tumben mikir yak =) !!) berhubung dulu waktu sekolah ikut pecinta alam, ada sebersit tanya di kepala yang dulu sempat merajai ruang otak karena dijejali dengan dogma cinta alam, sampah dispo popok nih bisa didaur ulang secara alami berapa tahun ya?!?! Heee…..pakem qt yang namanya platik tentu aja bisa ribuan tahun lha kalo tissue kayak dispo?!?!

Dieng…saatnya browsing di internet…clik..clik..nah ketemu nih yang dicari.

Kesimpulan :

1.plastik bisa didaur ulang by nature kurang lebih 1000 tahun

2. tissue bisa diaur ulang by nature kurang lebih 500 tahun

(mbuh bener gak iku, aq durung tahu experiment dewe)

Hmmm….jadi sampai dek Najma punya cucu dan cicit dan cicit lagi, ada berapa turunan ya?!?! Heehh…males ngitungnya jeee…popokoknya lama lah….dispo popok yang dipakai hari ini, belum yang besok, besoknya lagi, besoknya lagi, belum anak orang lain belum terurai juga, alias bakalan menggunung tuh sampah popok.

Pikir punya pikir lagi (kebanyakan mikir, actionnya telat =)))he..he..he.. kira2 apa ya solusi biar pee pee nya dek Najma gak luber kemana, aman buat kesehatan, ramah lingkungan, dan hemat di kantong?!?!?

Akhirnya dengan segala upaya masa pencarian, aq nemu yang namanya Cloth Diaper, (nemunya di mbah google ya, bukan di embong) barang ini adalah diaper cuci ulang, keuntungannya selain bisa dicuci ulang, aq juga gak perlu beli-beli dispo popok tiap bulan, trus pee pee nya dek Najma juga aman terkendali terserap oleh kainnya, kalo material dan perawatannya bagus bisa dipakai buat adeknya lagi.

Nah, sampai saat ini dek Najma punya sekitar 20 pcs cloth diaper dari berbagai macam merk. Tapi aq pakai merk local alias cinta buatan dalam negeri. He..he..he.. alasan sebenarnya seh karena gak kuat beli yang import =D (palsuuu…) Respon dek Najma ketika pertama kali dipake’in cloth diaper ini (aq singkat clodi) gak ada respon alias cuek bebek dan…. dengan suksesnya dia poop poop di situ 2 menit setelah dipake’in, heh…terpaksa di lepas, diuncalno maneh nang timbo- diumbah….dan karena masih punya 1 biji waktu itu tetep aja….momy poko dipake’in lagi…hahahahhaha…..payah!!!

5 Thing’s I like about me

Setelah 10 thing’s, sekarang 5 thing’s yang kebalikan dari yang 10 thing’s.

Apa aja itu?!?!? ini dia daftarnya…he..he..(sowry sedikit narsis)

1. ASI Eksklusif

Se-umur2 baru kali ini aku merasa jadi orang yang berguna dan dibutuhkan. Yaitu aku berhasil ngasih ASI Eksklusif buat anakq. Bahagiaaaa…banget, apalagi kalo liat banyak bayi2 di sekitarku yang tidak mendapatkan ASI dari ibunya, aku patut mensyukuri bahwa bayiku tidak, bahwa aku bisa jadi pemenang atas moment ini. Teringat masa2 yang melelahkan diawal melahirkan, Alhamdulillah akhirnya terlewati sudah, bangga euy rasanya. Baru merasakan bahwa masa menyusui adalah perjuangan dan pembelajaran yang cukup menantang kesabaran dan pengetahuan. Sampai sekarang masih menyusui, tapi berhubung sudah stabil jadinya gak ada yang perlu dikuatirkan.

2. Cloth Diaper

Ya…ya…ya…dek Najma sudah sejak umur 7 bulan gak pake dispo diaper tapi pake Cloth Diaper. Aku juga bikin tulisan tersendiri tentang Cloth Diapaer ini. Patut aku syukuri masih belum telat untuk menghapus dispo diaper dari daftar belanja’an tiap bulan. Selain itu aku juga bersyukur Najma gak terlalu banyak berinteraksi dengan bahan-2an kimia yang digunakan dalam pembuatan dispo diapers ini. Beruntung aku doyan browsing yang akhirnya nemu info-info yang berguna, dan tentunya nemu barang yang berguna juga.

3. MPASI Homemade

Meskipun selalu gagal masak dan gak bisa masak, aku pantang ngasih makanan instant buat Najma, semua harus alami alias made by home sweet home (maksut-nya ibu dan mbakq yang bikin xi..xi..xi…=P ). Dua kali ini aku masak buat najma, eh…lha kok mesti dia nolak gak mau makan, kalo gak malah dilepeh-lepeh sama dia makannya. Kata mbak-q kok mesti gak doyan seh sama masakannya bundamu. But the struggle haven’t been over yet, belajar masak masih jalan teruuus.

4. Belajar RUM

Dari semua masalah tentang belajar, yang paling susah adalah belajar RUM. Gimana enggak, selain harus belajar tentang kedokteran juga, kita juga harus belajar tentang farmasi, etiket, kemampuan analisis. Byuh…dulu aku sekolah gak diajari gitu-2an. Aku sekolah diajari mek-tek (ha..ha..ha…yang sekolah teknik pasti paham). Kalo begini jadi nyesel kenapa gak sekolah kedokteran aja dulu, kalo sekarang akhirnya aku harus belajar tentang kesehatan dan penyakit. Kadang2 terlihat klise banget bahwa pasien yang belajar RUM lebih pinter ketimbang dokter yang gak belajar RUM, padahal dokter gitu loh…sekolahnya udah mahal, lama, this’s studying for along lifetime. Nah sekarang barusan sadar bahwa yang wajib belajar kedokteran bukan hanya calon dokter tapi juga calon pasien.

5. Belajar nulis

Terobsesi jadi JK.Rowling. tulisan ini adalah upaya untuk belajar nulis juga. Intinya semua tulisan yang aku bikin didasari oleh obsesi ini. Tapi kalo nulis dongeng sama sekali belum bisa. Tapi intinya pengen banget jadi penulis, meskipun bukan penulis dongeng. Selama ini yang aku tulis adalah berdasarkan apa yang aku tahu dan dari pengalamanku aja. Belum mahir dalam khayal menghayal yang menarik banyak orang. Beberapa juga berdasarkan pengalaman orang2 disekitarku, pendeknya semua adalah real stories.

Surabaya

June, 2010

10 Thing’s I hate about Me


Semua yang tertulis dibawah ini adalah sesuatu yang aku sesali sampai detik ini. Beberapa masih ada kesempatan untuk memperbaiki, yang sekarang in process. Tapi beberapa adalah hal yang tidak bisa diperbaiki apalagi diulang. Demi mengingat hal itu terkadang hati ini menangis. Entah kepada siapa aku menyesalnya, yang pasti aku sangat menyesal.

1. Gagal IMD

Item ini menduduki perinkat teratas yang paling aku sesali perihal kelahiran anakq. Sejak awal hal ini ingin kulakukan, tapi apa daya tempat aku melahirkan tak mendukungnya. Sampai usia anakq sudah 1 tahun, aku masih sakit hati dan menyesali kegagalan ini. Karena hal ini tak bisa aku ulang lagi. Padahal maksut hati sudah aku utarakan kepada DSOG sebelum aku melahirkan. Tapi janji tinggal janji, mereka melarang IMD, belakangan baru kusadari janji itu diucapkan karena tak mau kehilangan pasien. Huh….

2. Kena susu formula

Hari kedua setelah kelahiran anakq dirumah gak mau menyusu, nangis terus, kenapa ya?!?!apa ASI ku belum keluar, aq pencet ternyata ada kok?!apa kurang?! Ach…aq baca di buku gak mungkin kurang kok sudah disetting gitu emang. Eh…ternyata anakq bingung putting, karena pas di rumah sakit dikasih sufor dengan dot, wadoww….musti eksta keras lagi aku buat ngilangin bingung putting ini. Dirumah juga sempat dikasih sufor sekali waktu anaku seharian nangis terus, dan emang habis mimic sufor dia langsung anteng loh. Wah mengecoh banget, pantes banyak ibu2 yang kurang pengetahuan ngira’in anaknya gak mau ASI, mimiknya kuat, dsb sehingga nyerah ngasih sufor ke anaknya.

Yang aku sesali waktu itu aku kurang PD buat ngasih ASI sampai harus ngasih sufor buat anakq, habis diteror melulu sama keluarga buat ngasih sufor. Hiks..hiks…sedihnya =’(

3. Telat nyetok ASIP

Dari referensi yang aku punya, working mom yang niat mau ngasih ASIX sampai 6 bulan, wajib nyetok ASI sesuai jadwal dan kebutuhan bayi, setidaknya seminggu menjelang masuk kerja. Nah akunya lelet banget, baru nyetok sekitar 3 hari sebelum kerja. Aku pikir ntar aku bisa perah ASI sehari 1 botol, jadi kalo 3 hari pas 3 botol, aku kira cukuplah. Eh…setelah aku ikutan milis asiforbaby ternyata ibu-ibu menyusui itu pada nyetok ASI jauh-jauh hari, jadi jumlah stock ASI mereka buanyakkkk banget sampai ratusan bahkan sampai didonorkan ke yang membutuhkan, iri banget. Stok yang banyak juga untuk cadangan seandainya suatu saat produksi ASI menurun sementara kebutuhan baby akan ASI meningkat (khusus untuk baby umur 6 bulan/sebelum MPASI)

4. Latch-On Salah

Aku ada buku tentang menyusui yang cukup tebal dan eneg banget kalo bacanya. Tapi very very recommended buat ibu-ibu yang niat mau menyusui. Disitu banyak banget penjelasan tentang dunia menyusui. Dari buku in juga baru aku tahu bahwa anakq salah menyusunya. Pantes kok sempat kena putting lecet, mimic gak tenang, bingung putting, gak mau menyusu, dsb. Coba dibenerin, kayaknya susah banget ya, soalnya kan anakq sudah terlanjur punya style dewe..he..he..he… tapi aku coba benerin lagi berkali-kali. Tapi ya masih salah aja. Beberapa kali kena putting lecet yang sebelah kanan. Herannya yang kiri selama ini fine-fine aja. Aku coba lagi benerin di awal dia menyusu, akhirnya bisa bener sesuai buku, tapi gak lama kemudian berhubung tingkahnya sudah banyak mau gak mau ya salah lagi. Akhirnya aq nyerah ya udah deh yang penting dia mau menyusu. Sampai suatu ketika, entah mulai sejak kapan aku gak memperhatikan Latch-On –nya anakq bisa jadi bener sendiri kalo perhatikan, eh…iya euy sudah bener, Alhamdulillah akhirnya payudaraq gak lecet lagi. Senangnya kegiatan menyusui jadi lancar.

Selain putting lecet, Latch-On yang salah menyebabkan bayi tidak bisa mendapatkan ASI secara optimal, jadinya merasa kurang terus yang akhirnya ibu beranggapan bahwa ASI nya sedikit, padahal cara menyusunya yang salah. Untung aq dulu gak mikir ASI-q kurang, tapi aku siasati dengan menyusu lebih sering.

5. IRUM

Jangan pernah berpikir kalo anak yang mimik ASI adalah dewa yang gak pernah sakit. Itulah yang ada dipikiranku waktu itu. Saat itu aku terlena dengan kesombongan dan kebanggan bahwa aku berhasil berjuang untuk menyusui anakq. aku merasa bahwa anaku sudah mendapat gizi dan imun yang baik dari ASI yang aku berikan. Sampai pada usia menjelang 1 tahun, anakq demam tinggi sampai kejang. Aku bawa kerumah sakit, dirawat inap karena takut sekali dengan kejangnya. Malangnya anaku yang harus diinfus segala. Lebih malang lagi karena ibunya tidak punya pengetahuan apapun tentang penyakit pada anak. Sampai akhirnya anakq pulang dari rumah sakit, masih belum diketahui apa penyebab demamnya. Selama rawat inap dia diberi obat-obatan yang segambreng, yang aku tidak tahu obat apa itu dan untuk apa itu. Syukur Alhamdulillah dia cepat sembuh dari demamnya 3 hari setelah rawat inap. Pulang dari rumah sakit aq amati semua tentang anakq, aq pelajari penyakit anak, aku ikuti milis kesehatan, aku baca artikel tentang penyakit anak, aq cocokkan apa yang anakq alami dengan referensi yang aku punya,aku membeli buku tentang kesehatan anak, aku bertanya di milis kesehatan demi mendapatkan jawaban dari penyebab demam anakq.

Setelah berkutat dengan semua itu, akhirnya aku mendapatkan jawaban bahwa anakq terserang virus Roseola Infantum. Penyakit ringan yang umum pada anak, dan semua gejala dan tanda secara garis besar cocok dengan referensi yang aku punya, dan dari jawaban di milis tempat aku bertanya. Aku tidak pernah tahu/dengar nama penyakit itu, kok sepertinya serem banget ya. Tapi setelah aku baca dan pelajari itu adalah penyakit yang umum atau merupakan bagian dari common problem in children. Alhamdulillah anakq tidak kenapa-kenapa. Yang aku sesalkan adalah dia terlanjur mendapatkan obat-obatan yang tidak diperlukan selama dia dirawat inap., sementara ibunya terlambat mengetahuinya. Jadi kemaren najma sempat ngalami IRasional Use of Medicine (IRUM), karena konsumsi obat-obatan yang gak diperlukan. Gara-garanya ya ibunya yang dodol abis.

Semoga tidak ada kata terlambat lagi untuk tetap belajar menjadi ‘smart parents for healthy children’

Ternyata aku korban dokter yang gak RUM, dokternya juga korban dari pasien yang gak smart. Mulai saat ini aku bekali diri dengan pengetahuan tentang kesehatan dan obat-obatan serta efek sampingnya.

6. Dispo Diapers

Najma pakai dispo diaper pas umur sekitar sebulan, awalnya gak ada niat, berhubung ada yang ngado dispo diapers akhirnya dipake juga. Itupun sebenarnya cuma buat ngabisin jatah kado aja, eh…ternyata kok keterusan kalo gak pake dispo diaper jadi repot banget sering gantiin popoknya. Sampai usia sekitar 6 bulan masih pake dispo diapers. Sampai akhirnya aku nemu what people say Cloth Diaper. Popok kain berkantung yang bisa dicuci ulang. Pake Cloth Diaper pipis najma gak berantakan. Nyesel jadinya dulu make’in dispo diaper, karena dari yang aku baca efek buruk dispo diaper lumayan ngeri. Plus ngeri dengan bahan bakunya. Hmm…mending back to oldiest aja dech.

6. Salah HT

Item ini sebenarnya berkaitan dengan item IRUM. Cuma agak beda. Ceritanya juga nyambung dengan IRUM yaitu waktu terjadi demam pada anakq, HT yang aku baca adalah berendam air panas/anget, sudah kulakukan ternyata anakq setelahnya malah kejang demam, jadi curiga jangan2 airnya kurang panas kali ya. Kubaca2 referensi lagi kemungkinan dia kekurangan elektrolit makanya sampai kejang segala. Yang kubaca setidaknya suhu air untuk berendam harus diatas suhu badan anak waktu demam. Oh…gitu, pantes lha kok malah begitu ya…ampun!!! Untung anakq gak kenapa2. Menurut guideline semestinya biar gak kekurangan elektrolit harus banyak minum. Perbanyak caira juga treatment dari demam biar gak dehidrasi. Ya….waktu itu memang agak berkurang minumnya dia jadinya penguapan terus di badannya tanpa ada intake cairan, akhirnya dehidrasi, kekurangan elektrolit, timbullah kejang.

7. File’s Kesehatan Amburadul

Sampai saat ini, file kesehatan Najma gak lengkap. Aku terpaksa gak bisa filing daftar obat2an yang pernah di konsumsi dek Najma. Aq cuma sempat menyelamatkan daftar obat dari sakitnya dek Najma yang terakhir. Ini karena emaknya masih jaman jahilliyah, sekarang udah mulai di manage semua dokumen2 kesehatan Najma, daftar obat2 yang dikonsumsi baik obat luar ataupun oral.

8. Working Mom

Ini adalah keputusan sulit. Make this decision have to compromise with the risk. Berhubung aku gak ada hubungan klan dengan Aburizal Bakrie atau Cendana, jadilah aku tiap hari ke kantor ninggalin anak selama 12 jam. Semoga itu gak lama, dan tetep berharap bisa menyaingi klan Bakrie dan Cendana. Amin.

9. Gak Bisa Masak

Apa sih yang sulit dari masak. Semua bahan tinggal cemplungin ke baskom, kasih bumbu2, tunggu beberapa menit, mateng deh. Ternyata urusan masak gak sekedar urusan cemplung-cemplungin. Kalo salah kombinasi jadinya huexx….dan ini juga yang bikin sebel. Ternyata urusan masak adalah urusan kombinasi dan komposisi. Ya iyalah…urusan masak aja ada sekolahnya. Bagiku ini yang susah, pernah nyoba masak, hasilnya jelas ancur, tapi at least masih bisa dimakan. Dimakan kucing maskutnya..ha..ha..ha..

10. Gampang emosi

Yang ini kok ya susah ngilangin, berusaha untuk tetap bersabar demi anak. Heh…gimana ya manajemen amarah itu, belum sempat browsing nih. Apalagi anak lagi dalam masa menguji kesabaran. Butuh perhatian dimasa golden age. Denger2 pepatah bahwa ‘sabar itu ada batasnya’ adalah ngawur abis, yang bener adalah ‘sabar itu tak ada batasnya’. Hmmm….jadi??!?

Sekali marah artinya itu sudah kategori tidak sabar.

Surabaya

19 June 2010

Botol Susu


Yang namanya calon emak baru, pasti bingung perlengkapan apa aja yang mesti disiapin sebelum babynya launching. Begitu juga dengan daku dan hubby, apalagi kita berdua jauh dari ortu.

Karena kita berdua juga belum pernah punya keponakan, jadinya pada culun banget perihal baby, perawatan, kehamilan, do and don’t buat parents to be.

Alhasil apa kata orang, entah itu hoax apa bukan kok ya he-eh aja qt lakoni.

Ngomong-ngomong tentang persiapan buat kelahiran, ceritanya daku sudah siap-siap nyicil baju, popok, etc, pokoknya semua yang diperlukan buat new born. Kita hunting ke matahari pas lagi ada diskon (ceritanya ya korban diskon gitu) kalo gak pas diskon ya bisa bankrupt kita.

Eh…lha kok ternyata barang yang dijual di matahari meskipun diskon ya tetep aja mahal, akhirnya ya udah deh beli yang gak usah merk minded deh, toh ntar juga jadi gombal..hehhehe….

Itu masalah clothing baby.

Nah aq gak mikirin tuh calon gombal yang harganya tetep muahal meskipun diskon. Yang bikin aq enek sampai sekarang adalah botol susu. Ceritanya kan- flash back lagi- aq dah niat mau ngasih ASI Ekslusif buat babyq, jadinya selama hamil aq baca-baca literature tentang menyusui dari buku dan majalah yang aku punya, gak banyak seh cuma sekitar 3-4 buku aja. Merasa dah pinter aq still yakin aja bisa menyusui eksklusif buat calon baby. Iseng-iseng hubby Tanya,

Hubby : ASI eksklusif tuh sampai berapa bulan?

Aku : sampai 6 bulan

Hubby : lha terus kalo kamu kerja?

Aku : ya diperah mas den

Hubby : trus nyimpennya gimana?

Aku : belum tahu (sambil nyengir), ya di botol. (asal aja aq jawabnya)

Hubby : (mikir mode on,ya iyalah pakai botol, masa pakai piring)

iya….botolnya pakai botol apa?kok kita gak beli botol susu?

Aku : belum tahu (nyengir lagi)

Sodara-sodara jawaban belum tahu itu bukan berarti aq bego, tapi belum nemu literature aja tentang tata cara ASI Eksklusif dan manajemen buat working mom kayak aq. Selidik punya selidik, botol susu untuk nyimpen ASI yang paling bagus adalah yang terbuat dari stainless steel, kedua baru yang terbuat dari kaca, ketiga adalah kantong yang didesain khusus buat nyimpen ASI.

Tuing..tuing…tuing…dimana gerangan aq cari barang-barang itu, secara aq ada in the middle of nowhere. Gak tahu cari kemana. Dalam hati teriak Somebody Help Me Please!!!

Nah, berhubung teriaknya dalam hati, ya ga ada yang dengerin, dodol!!!

Karena dah deadline gak sempat cari kemana-mana, akhirnya aq beli botol susu konvensional, merk *I*E*N., ini pun karena korban mbak-mbak sales.

Untuk para Sales di seluruh muka bumi salut deh buat kemampuan kalian.

Eniwei, akhirnya aq beli tuh botol susu, 6 pcs. Botolnya lumayan murah, tapi gak murahan seh, karena banyak juga kalangan menengah ke atas yang pake merk ini, ya intinya kalo pake merk ini juga cukup bagus. Total kerusakan sekitar 100rb

Nah, akhirnya saat-saat yang dinantikan datang juga, lahirlah bayi mungil kami dek Najma. Dan berjalanlah proses menyusui sesuai dengan yang aku harapkan (walau ada mblesetnya juga).

Pas jatah cuti dah habis, akhirnya botol-botol lucu tersebut kepake juga. 4 botol buat simpen ASI dirumah, 3 botol kosong buat aq bawa ke kantor, sisanya buat jaga-jaga, kalo produksi ASI berlebih.

Sampai usia dek Najma kira-kira 4 bln, aq nemu blog seorang working mom yang ngasih ASI Eksklusif juga buat anaknya.

Dan…..eng…ing…eng…aq baca-baca ternyata botol susu buat dia nyimpen ASI adalah botol bekas Vitamin UC 1000, you know that?!!?yang notabene adalah botol kaca.

OMG, kenapa yang ada dalam kepalaku waktu itu adalah dimana beli botol susu bayi yang terbuat dari kaca, bukannya nyari altenatif botol kaca yang lain selain botol kaca topi miring atau botol kaca kecap =D.

Duh…mana aku baca di official web site dari botol susu konvensional yang aku beli ternyata mengandung bahan yang berbahaya jika terkena panas.

Mana ada seh botol susu bayi dimuka bumi ini yang gak kena panas coba?!?secara semua petunjuk mengarah untuk merebus atau dipanasi untuk sterilisasi.

Ya….sutralah…dah terlanjur, yang penting sekarang gimana enaknya. Diskusi sama hubby, kesimpulan beli UC1000 8 botol, untung patungan minum-nya kalo gak bisa ‘glegeka’an’ minumnya nih. Bekasnya dicuci sampai 2 kali, direbus. Dikeringkan dah siap pakai.

Nasib botol susu sebelumnya, kalo aq ingat-ingat sekarang nasibnya ada yang di kasihkan tetangga yang mau nerima buat babynya, ada yang diisi koin buat mainan ecek-ecek buat dek Najma, sisanya yang lain entah kemana ya?!?!aq ingat-ingat juga lupa, soalnya dah gak ke-urus, justru botol bekas UC1000 yang akhirnya diburu, mulai deh nge-leles’i punya temen-temen yang kebetulan tahu aq lagi getol-getolnya cari botol itu. Tiap kali teman beli UC1000 yang kaca pasti botolnya dikasih aq, yah lumayanlah, sampai numpuk buanyaakkk banget. Ibuq sampai bilang dah cukup lah tuh botol dah ada banyak gitu. Hehehe…aku itung2 iya banyak juga ya, hubby juga dah teriak-teriak “males nyucinya tahu”,

hehehehe kan emang dia yang nyuci ,steril’lin botol, nyiapin termos es dan botolnya sekalian, dimasukkan tasku yang segede gaban. Aku mah tinggal bawa pas berangkat kerja (hmm….istri yang berbakti!!!)

Selama aku kerja, perlengkapan perang yang aku bawa sebenarnya simple aja, botol susu kosong, es batu dan termos es. Karena di ruanganku gak ada kulkas, aq siasati dengan membeli termos es kecil yang bisa muat didalam tasq. Aq pilih tas ransel biar enak bawanya.

Aq gak punya Breast Pump, karena menurutq gak praktis. Aq perah ASI menggunakan kedua tanganq selain itu aq gak repot dengan banyaknya bawa’an selama aku kerja.

Orang-orang dikantor yang gak tahu tentang aktifitasq banyak banget yang koment, nih bawa apa aja seh mba kok gede banget tas-nya, sambil tangan mereka meraba-raba tasku, aku cuma cengar cengir aja, jawab jujur, termos es,

‘Hah….mbak jualan es di kantor?’

Surabaya.

June, 2010

Menstrual Pad

Buat para emak-emak, remaja putri, wanita karier, ibu rumah tangga, poko’o sing wadon. Berapa banyak kira-kira pembalut wanita yang kita butuhkan tiap bulan selama siklus menstruasi kita?! Kalo aq karena bukan golongan banjir, biasanya 1 pak isi 10-12 pcs masih sisa, karena dibantu dengan panty liner untuk yang hari-hari terakhir.
Searching engine andalan kita, mbah goggle, jika kita ketik dampak pemakaian pembalut sekali pakai yang beredar di seluruh muka bumi rata-rata isinya kayak kita liat Vlad Dracule, alias nakutin konsumen. Dan emang wanita paling rawan dengan kesehatan reproduksinya, terutama yang hidup di Indonesia, termasuk aku. Mulai kanker payudara, ovarium, Uterus, Cerviks…halah..akeh poko’e. Didukung dengan minimnya kepedulian berpengetahuan akan kesehatan dirinya, menjadikan wanita Indonesia termasuk kasta tinggi yang terserang penyakit reproduksi.
Kita kadang tidak peduli dengan banyaknya berita wanita disekitar kita yang adaaa aja gangguan kewanitaannya disaat kita kalo dilihat secara kasat mata yo gak onok opo2, padahal belum tentu. Karena ya itu tadi, kita kurang pengetahuannya. Dan gak sedikit korban penyakit itu sudah terlambat mengetahui bahwa dalam tubuhnya bercokol makhluk hidup sejenis alien bertema parasit.
Gangguan yang sering terjadi adalah akibat penggunaan pembalut sekali pakai. Jaman ibu qt mereka pakai kain, nah jaman modern ini ternyata kok ya kembali pakai kain, tapi kain yang sudah modifikasi yang gak perlu pakai cemiti,
Waktu aq nemu barang ini, geli sendiri, kok ya gak kepikiran ya dulu bikin beginian, lebih sehat, hemat, dan ramah lingkungan. Dan ternyata barang ini sudah kondang di luar Indonesia, (hmmm….Indonesia..apa-apa selalu telat)
Saat ini, aq sudah mulai kredit alias ngumpulin satu-satu, krn kalo beli borongan gak tahan sama harganya, yo mesti lha wong buatan US kabeh. Kalo dilihat barangnya simple banget (liat deh fotonya), heran juga kenapa Indonesia gak booming ya, tapi setidaknya sudah ada 1 merk Indonesianya, yg ntar pasti aku beli, soalnya lebih murah, tp kalo kualitas belum tahu ya…^_^
Ntar kalo pas haid datang lagi (saat ini kebetulan masih belum haid habis nifas, jadi belum bisa bikin reviewnya) pasti aku pakai nih pembalut.
Nah, para wanita pedulilah dengan kesehatan kewanitaan anda. Yok, beralih dari pembalut sekali pakai ke pembalut kain aja!!!
Medio May, 2010

The Awesome Breastfeeding

Ada banyak ibu yang berhasil menyusui, tapi tak sedikit yang gagal dalam memberikan Asi untuk bayinya. Menyusui adalah suatu proses alami yang sudah berlangsung sejak jaman purba yang tetap diterapkan sampai saat ini. Disini akan saya paparkan tentang mengapa seorang ibu harus memberikan Asi untuk bayinya berikut dengan alasan-alasannya. Tulisan ini hasil dari pengamatan saya sendiri baik lewat buku-buku, artikel majalah, artikel di internet, copas dari blok seseorang ataupun dari pengamatan saya terhadap ibu-ibu yang baru melahirkan disekitar saya. Tak lupa pengalaman saya sendiri selaku ibu menyusui akan saya tuangkan di tulisan ini.

Walaupun tidak melalui penelitian yang intensif, tetapi dengan melihat berbagai macam pengalaman para ibu-ibu, saya rasa cukup bisa dijadikan referensi bagi ibu-ibu ataupun ayah yang ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

Mohon maaf jika tulisannya terlalu garing, dan tidak sistematis, atau kurang gamblang, semua itu tidak lain dan tidak bukan karena saya bukan seorang penulis buku ataupun dokter ahli, hanya sekedar berbagai info dan pengalaman tanpa ada tendensius apapun kecuali spirit to rise up breastfeeding’.

Selamat membaca!

Cari Tahu!!!!!

Banyak ibu-ibu yang berpikir bahwa menyusui adalah sesuatu yang sangat wajar dan datang dengan sendirinya. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, hanya saja kurang tepat, terlebih lagi para ibu tersebut tidak mendapatkan informasi yang benar tentang proses menyusui. Meskipun merupakan sesuatu yang alami, ternyata menyusui tidak sepenuhnya mudah, ada hal-hal yang harus dipelajari, diamati, dan dipraktekkan oleh ibu agar kegiatan ini bisa berjalan.

Sementara banyak pula ibu-ibu yang masih terpengaruh dengan beragam mitos-mitos yang kurang lebih menyesatkan sehingga kegiatan menyusui menjadi terhambat. Tetapi dari beragam gangguan luar terhadap kegiatan menyusui, yang terpenting adalah mind set dari ibu sendiri, apakah memang berniat memberikan Asi kepada anaknya atau tidak.

Hampir bisa dipastikan bahwa semua ibu jika ditanya apakah menginginkan memberikan Asi kepada bayinya atau tidak, jawabnya pasti Iya, hanya saja pengetahuan ibu yang benar dan kesabaran ibu dalam melalui proses ini lah sebetulnya yang menentukan keberhasilan ibu dalam menyusui.

Pengalaman saya sejak dinyatakan positif hamil, selama kehamilan saya sudah bertekad untuk tidak memberikan susu formula untuk bayi saya nanti. Yang ada dalam pikiran saya adalah satu-satunya makanan yang tersedia untuk kelangsungan hidup bayi saya adalah ASI, dan sedikitpun saya tak menganggap bahwa susu formula itu hadir dimuka bumi.

Umumnya seorang ibu akan dengan mudahnya berpikir bahwa ketika Asi-nya tidak keluar maka masih ada susu pengganti yaitu susu formula, sehingga secara psikologis, motivasi berjuang untuk memberikan Asi akan berkurang karena si ibu merasa adanya makanan cadangan untuk bayinya selain Asi. Akibatnya adalah calon ibu tersebut tidak berusaha untuk mencari tahu perihal menyusui, what do and don’t for breastfeed mom. Mind set inilah yang mesti dirubah.

Kendati ada banyak wanita yang dengan mudahnya bisa menyusui bayinya dan bisa memproduksi Asi dengan berlimpah, tetapi kenyataannya tak sedikit yang sulit sekali menyusui bayinya yang akhirnya berakhir pada pemberian susu formula. Kondisi yang sepeti inilah yang perlu dipersiapkan oleh calon ibu ketika ibu sudah bertekad untuk memberikan Asi kepada si kecil. Karena kita tak akan pernah tahu apakah nanti kita mampu dengan mudahnya menyusui sang bayi atau tidak. Ketika sampai pada waktunya kita dihadapkan pada situasi tak mudah menyusui segera setelah melahirkan, diharapkan sang ibu tahu dan cakap apa yang mesti dilakukan untuk bayinya tanpa ada pemberian susu formula.

Berbagai Alasan mengapa seorang Ibu harus menyusui bayinya

Pada bagian ini akan saya utarakan kembali tentang keuntungan-keuntungan yang didapat oleh ibu dan bayinya dengan kegiatan menyusui. Walaupun banyak kalangan yang sudah mengetahui keunggulan dari kegiatan ini, tapi tak ada salahnya jika saya mengulang kembali sebagai usaha untuk memotivasi semangat menyusui. This part was completely I took from any existing reference i read based on research, bukan hasil mengada-ada, hasil wangsit, apalagi bisikan roh halus.

1. Best food, most suitable for baby

Tak ada cairan di dunia ini yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir selain dari Air Susu Ibu (Asi). Tidak juga susu buatan yang harganya mahal atau khusus untuk bayi premature, nyatanya bayi-bayi premature lebih sesuai minum asi daripada susu formula.

Tak sedikit penelitian-penelitian yang membuktikan keunggulan Asi, dan semakin lama- semakin bertambah sisi positifnya. Sebagai seorang muslim anjuran menyusui itu sendiri ada dalam kitab suci Al-Qur’an, setidaknya sampai usia 1 tahun dan jika ingin menyempurnakan menyusui bayi hingga usia 2 tahun

”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…” (QS, Al Baqarah, 2:233)

2. Kandungan gizi yang lengkap dan sesuai dengan bayi

Meskipun banyak iklan-iklan bertaburan di media mass tentang susu formula, ketahuilah bahwa produk-produk tersebut sama saja, terbuat dari susu sapi yang cocoknya untuk pencernaan anak sapi ketimbang pencernaan anak manusia. Ataupun dari sari kedelai yang ditambah dengan campuran bahan-bahan artificial yang akhirnya dinamakan formula.

Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, Asi juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.

(http://us2.harunyahya.com/Detail/T/EDCRFV/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU)

3. Kedekatan dengan bayi

Seorang ibu menyusui lebih aware dan lebih dekat dengan bayinya ketimbang yang tidak menyusui. Pendapat ini bisa diterapkan jika ibu anak yang satu mendapatkan perlakuan yang sama dengan ibu anak yang lain. Maksudnya kedekatan ini tidak memperhatikan adanya factor luar seperti adanya pengasuh selain ibu, frekuensi ketemu ibu dan anak.

Ibu yang menyusui mempunyai sikap protektif yang akan muncul dengan sendirinya karena pada saat menyusui akan tercipta kedekatan yang sesungguhnya antara si ibu dan si bayi. Hal itu masih ditambah kontak fisik yang terjadi secara langsung antara ibu dan anak melalui belaian atau usapan lembut si ibu.
Ikatan perasaan yang begitu kuat ini akhirnya membuat hubungan ibu dengan si bayi terjalin secara alamiah. Selain itu, kondisi ini juga memungkinkan terjadinya rasa saling memahami meski keduanya menggunakan “bahasa” yang berbeda. Pada tahap ini pula komunikasi antara ibu dan anak akan tercipta dengan lebih baik.

(http://www.f-buzz.com/2008/07/10/air-susu-ibu-asi-vs-air-susu-botol-asb/)

4. Komposisi yang tepat

Komposisi Asi dari menit ke menit tidak akan sama, dan komposisi Asi ini akan selalu berubah-ubah mengikuti kebutuhan perkembangan tubuh bayi. Begitu juga dengan komposisi Asi ibu yang satu dengan ibu yang lain meskipun bayinya dilahirkan pada hari dan menit yang sama, bahkan bila perlakuan terhadap bayi juga sama, tetapi komposisi Asi kedua ibu tersebut tidak akan sama persis. Komposisi Asi pada menit-menit pertama akan banyak mengandung air, sementara pada menit-menit terakhir banyak mengandung lemak. Tak satupun ditemukan komposisi Asi yang sama persis bahkan jika diukur dalam hitungan detik. Juga untuk bayi-bayi dengan kelahiran prematur, maka Asi ibunya sesuai dengan kebutuhan pencernaan bayinya. Asi seorang ibu diciptakan khusus bagi bayinya. (Utami, 2008)

5. Hygienis dan Imunologis

Asi akan selalu memenuhi standart kebersihan yang paling tinggi dan anti bakteria, anda tak perlu pusing untuk membersihkan wadah untuk bayi anda karena bayi anda akan meminum susu langsung dari ibunya. Selain itu Asi bebas dari bahan-bahan tercemar sementara susu formula tidak, kita tak pernah tahu bagaimana perusahaan susu formula memproduksi susunya. Terlebih lagi akhir-akhir ini di media massa ditemukan susu tercemar yang berbahaya bagi bayi.

Beberapa penetlitian menunjukkan anak-anak yang mendapatkan Asi kemungkinan terserang penyakit lebih kecil daripada yang tidak mendapatkan Asi, dan anak-anak yang tidak mendapatkan Asi kemungkinan mengalami obesitas lebih besar. (Utami, 2008)

6. Gratis

Memberikan Asi akan menghemat pengeluaran anggaran kebutuhan rumah tangga, dan biaya untuk beli susu formula bisa di alokasikan untuk keperluan lainnya misalnya untuk biaya memfasilitasi tumbuh kembang bayi.

7. Praktis

Tak perlu wadah ataupun alat-alat untuk minum susu, tentu saja kecuali untuk pemberian Asi perah yang perlu wadah yang bersih.

8. Temperatur yang tepat

Suhu Asi paling sesuai dengan bayi, kita tak perlu memanasi lagi seperti halnya kita harus memanasi air, mengukur-ukur suhu terlebih dahulu sebelum memberikan susu formula pada bayi.

9. Metode Kontrasepsi alami

Dengan menyusui secara eksklusif dapat mengurangi kemungkinan terjadi kehamilan, dengan ini sang ibu tidak perlu memakai alat kontrasepsi buatan. Beberapa ibu yang menyusui bisa mengalami masa bebas haid sampai 1 tahun, bahkan ada yang 2 tahun, sementara untuk ibu yang tidak menyusui akan langsung mendapatkan haidnya paling tidak seminggu setelah masa nifas yang berarti masa kesuburan ibu telah kembali. Metode kontrasepsi alami ini dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).

Metode ini mempunyai keefektifan mencapai 98,8 %, dan harus memenuhi beberapa criteria diantaranya :

a. Ibu belum mendapatkan haid sejak setelah nifas

b. Bayi selalu menyusu di malam hari

c. Bayi belum mendapatkan makanan tambahan apapun ( masih eksklusif)

d. Bayi tidak sering menggunakan dot

Jika salah satu dari criteria diatas sudah tidak ada, maka keefektifannya menurun, artinya kemungkinan terjadi kehamilan lebih tinggi. (Cox, 2004)

10. Mempercepat pengembalikan bentuk rahim

Proses menyusui akan mempercepat pengembalian bentuk rahim ke bentuknya yang semula setidaknya 6 bulan setelah melahirkan maka rahim akan berada pada bentuk awalnya.

11. Aspek Intelegensia

Di Amerika dilakukan penelitian terhadap dampak pemberian Asi terhadap kecerdasan anak, bahwa bayi yang diberi Asi mempunyai skor tes 5 angka lebih tinggi daripada bayi yang tidak diberi Asi. Sementara bayi yang diberikan Asi hingga 6 bulan bermanfaat pada kecerdasan bayi, dan bayi yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada peningkatan IQ. (http://us2.harunyahya.com/Detail/T/EDCRFV/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU

Macam-macam halangan dalam menyusui

Setelah manfaat menyusui yang telah saya utarakan diatas, berikut ini akan saya paparkan macam-macam alasan yang sering menjadi halangan bagi ibu untuk menyusui bayinya.

  1. Asi tidak keluar/Asi kurang

· Asi tidak keluar

Alasan Asi tidak keluar menduduki peringkat teratas yang paling banyak saya temui diantara para ibu. Hal yang perlu diketahui untuk mengatasi masalah ini adalah Asi tidak keluar karena tidak ada rangsangan dari bayi untuk hormon Oksitosin ibu dalam memproduksi Asi. Prinsipnya semakin dihisap oleh bayi maka Asi akan semakin banyak keluar, bagaimana Asi bisa keluar bila si ibu tak menyusukan bayinya.

Pada menit-menit awal kelahiran mungkin memang sedikit yang keluar atau bahkan tidak keluar sama sekali, dan ibu tidak perlu kuatir yang terpenting bayi harus pintar menyusu ke ibunya, biasanya kalo pagi sampai sore bayi menghisap putting pasti malamnya Asi akan keluar. (Majalah Ummi, 2008)

Lagipula tubuh bayi baru lahir memiliki cadangan lemak yang cukup dan sehingga bayi tidak membutuhkan terlalu banyak Asi. Hanya saja menit-menit pertama sejak bayi dilahirkan setidaknya hingga 60 menit setelah lahir tersebut reflek hisapan bayi sangat kuat, sehingga bayi akan bisa belajar menyusu sendiri. Semakin lama dia tidak disusukan maka reflek hisapan bayi akan lemah dan bayi akan semakin sulit menyusu. (Edisi 9 Bulan penuh Mukjizat, Tabloid Mom&Kiddie)

Hal yang sama juga berlaku bagi ibu yang melahirkan anak kedua. Jika pada kelahiran pertama Asi tidak keluar (yang mana kasusnya karena bayi tidak disusukan) maka belum tentu kelahiran anak kedua Asi ibu juga tidak keluar. Di masyarakat kita cukup banyak mitos-mitos yang beredar bahwa si ibu tidak bisa memproduksi Asi, karena pada kelahiran yang pertamanya Asi-nya tidak keluar.

Ada yang bilang jika dihisap oleh bapaknya maka Asi bisa keluar, tapi tak pernah saya temukan barang satupun referensi dari buku-buku ataupun artikel, bahkan tidak juga saya melihat sendiri. Entah ini bisa dibuktikan atau tidak, tapi bagi saya cukup logis dan bisa diterapkan, karena hormone oksitosin dan kelenjar-kelenjar susu tidak akan bisa membedakan mana itu hisapan dari bayi ataupun dari orang dewasa. Yang penting ada hisapan maka kelenjar-kelenjar susu akan memproduksi Asi.

· Asi Kurang

Berdasarkan penelitian tentang laktasi bahwa kebutuhan bayi akan susu dan jumlah Asi yang dikeluarkan oleh payudara ibu adalah berbanding lurus. Artinya jika seorang ibu hanya sedikit Asi-nya maka kebutuhan bayi akan Asi juga sedikit. Ini bukan berarti si bayi tidak sehat atau sakit, tetapi karena memang kualitas dan kuantitas Asi mengikuti pola perkembangan pencernaan bayi. Bahkan jika terjadi kelahiran kembar maka jumlah Asi yang diproduksi oleh ibu akan sangat mencukupi kebutuhan bayi kembarnya. (Utami, 2008)

Hal yang perlu diperhatikan adalah, anggapan setiap ibu bahwa ketika bayinya menangis itu berarti Asi-nya kurang sehingga harus ditambah susu formula, padahal belum tentu, bayi menangis bisa dikarenakan banyak hal dan tidak selalu dia lapar atau kekurangan Asi. Sekali bayi mendapatkan susu formulanya, akan semakin sulit untuk menyusuinya, dan butuh perjuangan ekstra keras bagi ibu untuk kembali menyusui.

  1. Puting masuk/putting rata

Peringkat kedua yang paling banyak dikeluhkan para ibu adalah puting masuk dan rata, sehingga sang bayi tidak bisa melekat dengan baik ke ibunya. Pengalaman keponakan saya, ibunya berputing kecil dan rata, tetapi si bayi bisa menyusu ke ibunya. Sepanjang pengamatan saya, meskipun ibunya berputing rata jika si bayi tidak dikenalkan lebih awal dengan dot bayi maka dia pasti bisa menyusu ke ibunya. Jika dikenalkan dot bayi terlebih dulu daripada puting ibunya dan frekuensi pemberian dot bayi lebih banyak dari pada putting ibu, maka bisa dipastikan bayi akan sulit untuk menyusu.

Point penting yang perlu diketahui dalam menangani putting masuk dan putting rata adalah justru dengan hisapan bayi pada putting ibu akan membuat putting payudara tertarik keluar sehingga si kecil mampu melekat pada payudara ibu. Penanganan putting rata lebih mudah daripada putting masuk.

Ada banyak alat yang bisa digunakan untuk menarik putting payudara ibu yang dijual di apotik, hanya saja saya sendiri tak pernah menggunakan atau mengetahui wujudnya sehingga tak bisa memberikan informasi yang lebih detail.

  1. Bayi tidak mau menyusu

Bayi yang tidak mau menyusu kemungkinan mengalami ‘Bingung Putting’. Ini disebabkan si bayi yang lebih mengenal dot bayi sebagai sumber makanannya ketimbang putting ibunya. Kejadian ini juga saya alami (Baca: Pengalaman Saya). Oleh karena itu sebisanya susui bayi sesering mungkin. Karena jika bayi disuruh memilih untuk minum susu dari ibu atau dari dot bayi, maka bayi akan lebih memilih untuk minum dari dot bayi karena bayi tak perlu repot-repot untuk menghisap, sementara dengan putting ibu bayi harus bisa menghisap terlebih dahulu agar Asi bisa keluar. Tak semua bayi mengalami bingung putting, tapi lebih baik untuk tidak mengambil resiko bahwa bayi kita tidak mengalaminya.

  1. Ibu sakit

Ibu yang sakit masih bisa menyusui bayinya, kalau hanya demam, flu, atau sakit kepala tidak akan menghalangi si ibu untuk menyusui bayinya, bahkan ada yang mengatakan dengan menyusui bayi dapat memulihkan kondisi si ibu. Wallahu alam.

Ada beberapa macam penyakit dimana sang ibu tidak dianjurkan menyusui. Dalam hal ini silahkan melihat referensi-referensi lain yang lebih kompeten.

  1. Ibu mengkonsumsi obat-obatan

Ada banyak obat yang tidak dilarang oleh ibu yang menyusui dan tidak berpengaruh terhadap produksi Asi. Hanya saja susui bayi anda terlebih dahulu baru kemudian minum obat, atau berikan rentang waktu setidaknya 2 jam setelah minum obat baru menyusui.

Daftar obat-obat yang terlarang dan yang diperbolehkan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

  1. Putting sakit/lecet

Putting yang lecet dikarenakan cara bayi menyusu yang salah. Jika cara dan posisi menyusu bayi benar maka lecet atau sakit tidak akan terjadi. Bayi menyusu tidak pada putting ibu tetapi sebagian besar aerola ibu harus berada dalam mulut bayi. Jika menyusu pada hanya pada putting ibu, asi tidak akan keluar sebagai gantinya adalah putting ibu yang lecet bahkan sampai berdarah.

Cara mengetahui apakah bayi mendapatkan cukup Asi

Agar tidak terjebak dalam kesimpulan bahwa Asi kita kurang memenuhi kebutuhan bayi, maka ibu perlu untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri bahwa bayi kita mendapatkan Asi yang cukup.

  1. Adanya reflek ‘Let Down’ pada ibu

Reflek ‘Let Down’ adalah reflek berdenyut pada payudara ibu yang menandakan adanya aliran susu pada jaringan kelenjar-kelenjar susu. Beberapa ibu bahkan bisa merasakan aliran yang sangat kuat pada dinding dalam payudaranya.

Pastikan bayi berada pada posisi yang benar yaitu mulut bayi membuka selebarnya hingga sampai sebagian besar areola (bagian berwarna coklat) masuk kedalam mulut bayi.

(http://www.f-buzz.com/2008/08/05/posisi-menyusui-yang-baik/)

  1. Terdengar suara menelan dari bayi

Seperti halnya orang dewasa waktu minum, akan terdengar suara menelan dari tenggorokan bayi yang artinya ada makanan/minuman dalam rongga mulut.

  1. Adanya gerakan ‘membuka-menutup-jeda-membuka-menutup-jeda’ pada rahang bayi

Gerakan ini bisa dilihat secara kasat mata bahwa si kecil mendapatkan Asinya, jika hanya mengandalkan pendengaran kita atas suara menelan dari bayi terkadang suara akan sama sekali tidak terdengar jika si kecil mengeluarkan suara-suara yang lain, karena beberapa bayi suka mengeluarkan suara-suara ketika dia menyusu.

Untuk lebih mengetahui bagaimana gerakan khas rahang si kecil anda cukup memperhatikan cara anda ketika minum dari sedotan, perhatikan gerak rahang anda di depan cermin. Pola gerak rahang ini akan sama persis dengan gerak rahang bayi waktu minum Asi pada ibu.

  1. Setidaknya bayi BAK 6 kali setiap hari

Bayi yang minum cukup Asi akan buang air kecil minimal 6 kali dalam sehari, itu menandakan bahwa asupan gizinya telah cukup, selain itu perhatikan pula warna pipisnya jika ada sesuatu yang tidak beres, misalnya berwarna merah, maka si kecil mempunyai masalah pada system eskresi.

  1. Adanya peningkatan pada grafik berat badan, panjang badan, ataupun lingkar kepala.

Peningkatan pada grafik pertumbuhan harus dipantau setidaknya sebulan sekali untuk mengetahui apakah si kecil tidak kekurangan gizi. Pada umumnya perkembangan bayi Asi tidak secepat bayi yang mengkonsumsi susu formula, hal ini tidak perlu dikhawatirkan ibu, yang terpenting ada penambahan berat badan.

(http://asi.blogsome.com)

Jika semua hal-hal diatas telah diamati dan dipraktekkan oleh orang tua tetapi tidak terjadi peningkatan perkembangan pada bayi anda, maka sebaiknya dikonsultasikan ke dokter ahli.

Ciri-ciri bayi Asi

Sangat perlu bagi ibu untuk mengetahui apa saja ciri-ciri bayi yang diberikan Asi.

  1. Tidak selalu menangis bila lapar

Para ibu banyak yang mengartikan jika bayi yang menangis berarti dia lapar, padahal belum tentu. Menangis adalah satu-satunya cara komunikasi bayi, dia bisa saja capek, gelisah, takut, marah, minta perhatian, atau sakit. Untuk memastikan apakah dia mendapatkan Asi, setidaknya susui bayi setiap 3-4 jam, karena pada rentang itulah asi telah dicerna oleh tubuh mungilnya. Hendaklah orang tua mengamati ciri-ciri menangis bayinya.

(http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com)

  1. Pola BAB

Sampai usia sekitar 6-8 minggu, bayi Asi(terutama yang asiX) akan buang air besar 2-5 kali dalam sehari. Memasuki usia > 3 bulan umumnya bayi asi eksklusif akan jarang BAB, 2-3 hari sekali atau seminggu bahkan 12 hari sekali baru BAB.

Pola BAB yang khas ini dikarenakan, Asi akan membersihkan system pencernaan bayi dan usus bayi baru lahir, karena itu bayi akan sering BAB, ketika sudah bersih maka Asi akan melapisi sel-sel halus pada usus halus yang masih terbuka dengan antibody dari Asi.

Setelah usia > 6 minggu Asi yang dikonsumsi akan diserap oleh tubuhnya secara sempurna sehingga tidak ada ampas yang dibuang dalam bentuk tinja. Pola ini akan berlangsung sampai masa Asi eksklusif berakhir yaitu sekitar 6 bulan. Setelah itu pola dan tekstur BAB akan ditentukan oleh asupan makanan yang masuk.

Pola BAB ini hanya khusus untuk bayi yang hanya minum Asi, dan tidak berlaku bagi bayi yang mendapatkan susu campuran ( Asi dan formula)

http://www.momsnbabies.wordpress.com/2008/02/21/serba-serbi-buang-air-besar-pada-bayi-asi)

  1. Tekstur BAB yang encer dan berwarna kuning cerah

Bayi yang mengkonsumsi Asi bentuknya lunak cenderung encer, dan kadang muncul bentuk biji-bijan (seeded), warnanya kuning cerah, terkadang juga hijau. Warna tinja bayi Asi akan mengikuti makanan yang dikonsumsi ibunya, terutama jika ibu makan sayuran hijau. (Indriarti, 2007)

Kondisi Ibu

Dari berbagai macam bacaan tentang menyusui, dikatakan proses menyusui dipengaruhi oleh kondisi psikologi ibunya. Hal terpenting kedua setelah ibu adalah dukungan dari suami atau keluarga. Dukungan disini tentu saja bukan hanya sekedar terucap dimulut tetapi benar-benar dukungan yang cukup signifikan dengan memberikan ruang yang kondusif bagi ibu untuk menyusui baik secara moril dan materil.

Contoh yang paling gampang adalah pekerjaan rumah tangga, sebisa mungkin si ibu tidak terlalu dibebani pekerjaan rumah tangga, kondisi ibu yang lelah bisa berdampak pada proses menyusui, misalnya berakibat pada penurunan produksi Asi, saya sendiri selain karena juga sebagai pekerja swasta, pekerjaan rumah tangga dibagi rata dengan suami, hendaknya masalah pembagian pekerjaan rumah tangga dibicarakan dengan pasangan.

(http://www.f-buzz.com/2009/02/03/dukungan-suami-dalam-asi/)

Tips-tips dari saya agar sukses menyusui.

Nah, bagian ini sebagian besar dari pengalaman saya sendiri. Mungkin ada yang kurang sesuai bagi sebagian ibu, no problem, karena ini memang pengalaman saya sendiri.

  1. Buang semua pikiran akan adanya susu formula, dan yakinkan pada diri anda bahwa anda bisa menyusui bayi anda. Just to be’ confidence that you can do it.
  2. Cari tahu sebanyak-banyaknya informasi tentang menyusui, tentu saja yang benar. Dan cari tahunya adalah bukan disaat anda sudah launching baby, tetapi sebelumnya, bisa di saat kehamilan misalnya. Dan kegiatan cari tahu hendaknya dilakukan juga bareng suami.
  3. Jangan sekalipun tergoda untuk memberikan susu formula, tutup kuping atas iklan-iklan tentang susu formula mulai yang berharga murah sampai mahal, kandungan nutrisi agar anak cerdas dan sebagainya, itu semua tak akan menggantikan keunggulan Asi, yang ada adalah semua produk susu formula itu adalah sama, baik merek terkenal, import ataupun local. Jangan pula tergoda oleh pendapat-pendapat bahwa susu formula bikin anak cepat gede, lebih pintar dan sebagainya.
  4. Jangan gunakan dot bayi sekalipun berharga mahal, paling lembut, didesain mirip dengan putting ibu, kenyataannya kondisi putting payudara setiap wanita tak akan sama, sementara pabrik pembuat empeng bayi tak bakalan repot-repot memproduksi dot bayi yang paling mirip dengan putting anda.
  5. Hematlah energy anda dan hindari stress, kondisi yang lelah baik secara fisik ataupun mental akan mempengaruhi produksi Asi. Buat para suami bantulah si istri dalam melaksanakan pekerjaan rumah tangga, dan yang terpenting adalah usahakan si istri selalu dalam keadaan gembira.
  6. Banyak makan sayur terutama sayur daun katuk, bisa juga sari daun katuk di minum, minum susu setidaknya setiap hari tak harus susu ibu menyusui yang penting minum susu secara teratur, minum air putih yang banyak.
  7. Memasuki kehamilan trimester ketiga, lakukan massage pada kedua payudara secara perlahan, lakukan rutin tiap bangun pagi, tarik kedua putingnya ke arah atas bawah samping kanan dan kiri, kegiatan ini dilakukan untuk memperlancar kinerja kelenjar-kelenjar susu.
  8. Pelajari teknik Marmet, yaitu teknik massage payudara agar lebih efektif dalam memproduksi ASI, bisa di googling di pake Google.
  9. Yang terpenting dan yang terakhir, sering-seringlah menyusui bayi anda, karena ingat!!! prinsipnya Asi hanya akan keluar jika sering dihisap oleh bayi anda dan payudara sering dikosongkan isinya. Bagaimanapun anda menjaga kondisi makan anda yang bergizi tinggi 4 sehat 5 sempurna tapi kalau tidak disusukan atau dikosongkan anda maka Asi tidak akan keluar dan gantinya malah tubuh anda yang bakalan melar.

Manajemen Asi bagi ibu bekerja

Berikut saya uraikan bagaimana ibu bekerja tapi tetap masih bisa memberikan Asi untuk bayinya. Saran-saran kebanyakan dari pengalaman saya sendiri. Tidak harus seperti yang saya utarakan tetapi bisa dijadikan patokan.

  1. Peraslah Asi setiap 2-3 jam selama anda di kantor, semakin sering dikeluarkan maka kelenjar-kelenjar susu akan semakin aktif memproduksi Asi. Sebisa mungkin hindari menggunakan alat pompa Asi, gunakan saja tangan karena lebih steril dan praktis. Panduan untuk memeras Asi bisa dilihat di referensi yang lain.
  2. Jangan memencet, menarik, menekan, atau memeras putting payudara, tetapi daerah yang berwarna putih. Jika putting yang diperas asi tidak akan keluar, hal yang sama juga terjadi jika bayi menyusu hanya pada putting ibu.
  3. Gunakan wadah penampung Asi yang bersih dan tahan panas, bebas dari material yang berbahaya. Material yang paling baik tentunya yang tidak terbuat dari plastik walaupun didesain khusus untuk bayi, karena material plastik jika terkena panas akan mengeluarkan zat-zat berbahayanya.

Banyak produk-produk botol susu bayi dengan berbagai merek dan keunggulan masing-masing, dengan harga yang beragam, dan ketahuilah bahwa itu semua sama saja, hanya perang dagang sebuah perusahaan agar produknya laku. Saya sendiri menggunakan botol kaca untuk menyimpan Asi. Itupun botol kaca bekas vitamin, yang terpenting adalah dijaga kesterilannya dan kebersihannya.

  1. Sebelum memeras Asi cuci bersih tangan anda menggunakan sabun terutama bagian sela-sela jari dan bilas dengan air yang mengalir.
  2. Setelah memeras Asi, cuci bersih putting payudara menggunakan air biasa yang mengalir agar tidak terjadi penjamuran.
  3. Simpan Asi dalam lemari es, setidaknya Asi akan bertahan paling lama seminggu dalam lemari es biasa, dan bisa bertahan selama hampir 4 bulan jika disimpan dalam freezer, Asi akan bertahan selama 6-8 jam pada suhu ruang, dan semakin panas ruang daya tahan Asi akan berkurang.
  4. Setelah memeras Asi tutup rapat wadahnya agar tidah mudah terkontaminasi dengan udara luar, dan sebaiknya tidak langsung dimasukkan dalam lemari es, tunggu beberapa saat hingga suhu hangatnya hilang baru simpan dalam lemari es atau ice box.
  5. Gunakan wadah penyimpanan Asi dalam ukuran yang kecil atau sedang, untuk meminimalisasi frekuensi Asi kontak dengan udara bebas. Karena terkadang jumlah pasokan Asi perahan melebihi kapasitas bayi sehingga anda tidak perlu membuka-menutup wadah Asi terlalu banyak.
  6. Jangan memasukkan kembali Asi dingin/beku yang telah dipanaskan ke dalam lemari es, agar tidak terjadi diare pada bayi. Sebaiknya Asi dingin/beku yang telah dipanaskan dan tidak terpakai dibuang.
  7. Jika Asi perahan diminumkan kepada bayi kurang dari 4 jam, sebaiknya tidak perlu dimasukkan ke dalam lemari es.
  8. Anda diperbolehkan mencampur Asi perahan dengan Asi perahan berikutnya dengan rentang waktu 2-4 jam. Ada yang membolehkan tidak lebih dari sehari semalam atau maksimum 24 jam perbedaan waktu memerah.
  9. Jangan mencampur Asi beku dengan Asi perahan yang baru.

Closing Time

Kegiatan menyusui memang gampang-gampang susah, terkadang merepotkan, tetapi jika kita disiplin dalam penerapan yang telah saya terangkan diatas kita tak akan kerepotan lagi dalam arti sudah biasa. Lagipula repot sedikit dan itupun tak lama tak mengapa kan Bu/Pak!!!! yang terpenting kita telah memberikan yang terbaik dimasa-masa emas anak-anak kita yang tidak bisa diulang, dan itu untuk masa depannya dan masa depan bangsa Indonesia.

So buat para ibu atau moms to be, no doubt and don’t ever give up!!! pelajari…….pelajari……pelajari……itu kuncinya, meskipun terlambat itu masih lebih baik.

Keep fight. LOVE U Indonesia!!!!!

Written By ‘Mellon’

Batam, Dec. 2009.

Dedicated to all children around the world

Referensi

  1. Al-Qur’an’, QS. Al Baqarah (2), Ayat 233
  2. ‘Air Susu Ibu (ASI) Vs Air Susu Botol (ASB)’,

http://www.f-buzz.com/2008/07/10/air-susu-ibu-asi-vs-air-susu-botol-asb/

  1. ASI Terbaik untuk Bayi Berat Badan Kurang Selamat Tinggal ASI’, May , 2006

http://asi.blogsome.com

  1. Cox. Sue, ‘Panduan Untuk Belajar menyusui dengan Percaya Diri’, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2006. Terjemahan ‘Breastfeeding With Confidence’, Finch Publishing Pty. Ltd., Australia, 2004
  2. ‘Dukungan Suami dalam ASI’, http://www.f-buzz.com/2009/02/03/dukungan-suami-dalam-asi/
  3. Kelebihan Air Susu Ibu (ASI) dan Manfaat Menyusui

http://www.f-buzz.com/2008/05/21/kelebihan-air-susu-ibu-asi-dan-manfaat-menyusui/

  1. MT. Indiarti, ‘A-Z The Golden Age ’, Yogyakarta, Penerbit Andi, 2007
  2. Majalah Ummi, hal. 30, Tanya Jawab Seputar Menyusui’ oleh Ira Puspa Dewi-Konselor Sentra Laktasi Indonesia, Jakarta, No. 04/XX/ Agustus, 2008
  3. Posisi Menyusui Yang Baik’, http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com
  4. ‘Segala Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Menyusui’ TerjemahanThe Ultimate Breastfeeding Book of Answers, Newman, Jack, Canada, 2005
  5. ‘Tanya ASI & Berat badan bayi’, http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com
  6. Utami, ‘Inisiasi Menyusu Dini’, Pustaka Bunda, Jakarta, 2008
  7. 9 Bulan Penuh Mukjizat’, Bonus Tabloid Majalah Mom&Kiddie
  8. Serba Serbi Buang Air Besar (BAB) Pada Bayi ASI’, http://www.momsnbabies.wordpress.com/2008/02/21/serba-serbi-buang-air-besar-pada-bayi-asi
  9. Yahya. Harun, ‘Cairan Ajaib Air Susu Ibu’, http://us2.harunyahya.com/Detail/T/EDCRFV/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU

Situs-situs yang disarankan untuk dikunjungi

www.aimi-asi.org http://asi.blogsome.com

www.breastfeed.com www.lactationconsultant.info

Bonus Info

Pengalaman saya

Bayi saya Najma (7 bulan) lahir tanggal 21 April 2009 dengan berat 2,4 kg dan panjang 47 cm, menyusu pada usia 90 menit, dan ini saya akui sebagai usia menyusu yang sudah terlambat, untungnya pihak rumah sakit belum memberikan cairan prelaktal kepada Najma, dan dot bayi belum dikenalkan sebelum putting payudara saya.

Hari pertama kelahiran Najma sudah susah menyusu yang dikarenakan terlambat untuk disusui, dan akhirnya pihak rumah sakit memberikan susu formula pada bayi saya tanpa seijin saya dan mengatakan karena saya tidak mau menyusui, saya sangat marah sekali dengan perawatnya dan bilang hentikan memberi bayi saya makanan tidak berguna. Secepatnya saya pulang kerumah agar saya bisa menyusui bayi saya dengan tenang walaupun dilarang oleh meraka dengan alasan bayi saya kecil, dsb.

Hari kedua pulang ke rumah- Najma menangis terus menerus, padahal setiap jam selalu aku susui, menjelang sore dia harus saya bawa lagi ke rumah sakit karena demam, ditimbang kehilangan berat badan, dan dinyatakan kuning. Kepada dokter saya ceritakan kondisi menyusu Najma yang selalu saya berikan Asi setiap jam dengan durasi yang 5-10 menit. Dokter mengatakan tak perlu memperhatikan jam ataupun menit, kapanpun si bayi ingin minum berikan Asi. Sejenak saya mengkhawatirkan produksi Asi saya, dan dokter mengatakan bahwa produksi Asi sangat cukup buat bayi. Bingung mengapa dia selalu menangis tiap menyusu, saya disarankan untuk memberikan susu formula, dan memang ajaib, Najma menjadi tenang setelah minun susu formula. Orang-orang sekitar memvonis yang tidak-tidak tentang kondisi Asi saya. Saya depresi sekali, dan berkata dalam hati “ haruskah saya hentikan ini”.

Esok pagi harinya, saya coba menyusui lagi, dia mau hanya durasi yang tidak lebih dari 5 menit, selalu begitu, tapi kali ini dia lebih tenang. Saya sodorkan terus payudara saya ke mulutnya meskipun dia selalu menangis, hingga hanya putting ibunya saja yang dia kenali bukan dot bayi. Orang-orang masih menyarankan untuk menambah susu formula agar si kecil cepat besar, tapi saya bertekad untuk tidak menggunakan susu formula. Hari-hari berikutnya kegiatan menyusui menjadi lebih lancar, walaupun durasi menyusu selalu pendek-pendek, tetapi saya menggantinya dengan frekwensi yang lebih sering. Belakangan baru saya ketahui bahwa cara meyusui saya yang salah. Untuk lebih detail tentang cara menyusui, saya sarankan untuk membaca buku-buku tentang teknik menyusui yang benar.

Mendekati usia 3 bulan berat badan Najma melonjak naik, dan saya lega karena bisa buktikan bahwa Asi juga bisa membuat anak tumbuh besar. Minggu kedua sejak kelahiran produksi Asi sudah stabil dan Najma hanya mengenal putting ibunya sebagai summber makanannya. Alhamdulillah Najma bisa Asi Eksklusif meskipun saya harus balik kerja.

Sampai sekarang Najma masih minum Asi dan bebas sufor, walaupun dulu sempat kecolongan minum susu formula yang dikarenakan keteledoran pihak perawat di rumah sakit, tetapi pada akhirnya Najma sampai sekarang selalu minum Asi. Hanya 2 kali Najma minum susu formula selama ini. Jika saya tidak bersamanya saya siapkan Asi perah dan diminumkan ke dia dengan menggunakan sendok atau diminumkan seperti orang dewasa yang minum air dari gelas. Dan ini masih berlangsung hingga sekarang.